Staf Pengajar: Peringkat I Regional 5, Lomba Penelitian Transportasi Nasional

Dalam rangka pelayanan kepada masyarakat dengan menyalurkan dan mengembangkan potensi, inovasi, ide kreatif dalam bentuk makalah/penelitian di bidang transportasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan mengadakan Lomba Penelitian Transportasi Tingkat Nasional Tahun 2014. Adapun tujuan dari Lomba ini, diharapkan diperoleh hasil penelitian yang dapat diimplementasikan dalam upaya membenahi kondisi transportasi yang ada saat ini terutama transportasi laut di Indonesia. Peserta dibagi kedalam beberapa Regional, dimana masing-masing pemenang dari tingkat regional akan mengikuti seleksi tingkat nasional.

Dari hasil tingkat Regional 5 (Banjarmasin), salah satu staf pengajar di Program Studi Arsitektur Untan; Hamdil Khaliesh, berhasil menjadi peringkat I Regional dan berhak untuk ikut serta dalam seleksi nasional berikutnya untuk memperebutkan “Adicipta Tata Wahana Nusantara Award: oleh Menteri Perhubungan.

Dalam konsepnya, Sebagian besar permukiman di Kalimantan Barat terbentuk berdasarkan koridor sungai yang membelah hampir di keseluruhan pulau Kalimantan. Hingga saat ini transportasi sungai di Kalimantan Barat tetap menjadi salah satu alternatif transportasi masyarakat, khususnya masyarakat yang bermukim di tepian sungai. Disamping itu kondisi jalur transportasi darat yang kurang memadai juga menyebabkan banyak masyarakat yang memilih berpergian menggunakan jalur sungai. Jarak yang cukup jauh dan waktu yang relatif lama dalam proses transportasi menuju ke daerah tujuan menyebabkan terbentuknya tempat persinggahan atau rest area tepian sungai secara organik di sekitar pesisir koridor Sungai Kapuas yang secara tidak langsung mempengaruhi permukiman disekitarnya

Tujuan dari penelitiannya adalah menciptakan magnet permukiman baru dan pengembangan jejaring transportasi air yang dapat memberikan rangsangan pembangunan di wilayah pedalaman sekitar pesisir sungai yang sulit di jangkau dari wilayah darat dengan konsep rest area tepian sungai. Adapun perencanaan tahapan model yang dilakukan dengan menganalisis program ruang, analisis perletakan, analisis orientasi, sirkulasi, gubahan bentuk, pendekatan ekonomi-sosial. Hasil yang direkomensikan berupa:

  1. Pengembangan tempat persinggahan atau rest area yang sudah terbentuk secara organik untuk menciptakan magnet pembangunan dari arah sungai dan daratan
  2. Perencanaan fasilitas
  3. Konsep-konsep arsitektur tempat persinggahan atau rest area tepian sungai dirancang berdasarkan potensi kawasan
  4. Pengembangan fasilitas jaringan meliputi jaringan transportasi darat dari wilayah tempat persinggahan atau rest area menuju permukiman disekitarnya dan menuju jalan raya terdekat
  5. Pengembangan jaringan pariwisata dengan menjadikan tempat persinggahan atau rest area transportasi air sebagai objek daya tarik kearifan lokal wilayah Kalimantan Barat

link berita terkait

This entry was posted in 4. Staf. Bookmark the permalink.